pulang ke rumah, rasanya hal yang paling menyenangkan didunia..tapi ada lagi yang lebih dari itu, yaitu, menikmati malam berdua dengan nenek tercinta, bercengkerama dan mendengar nasehat2 tentang kehidupan dari nenek, sembari memijit2 tangan dan kaki beliau...ya Allah, makasih karena masih memberiku kesempatan untuk merasakan semua ini...
nasehat2 yang simpel, namun applicable, ada pula cerita tentang betapa indahnya hidup di zaman seperti sekarang ini, amat berbeda dengan zaman nenek kecil dulu...zaman disaat semua serba susah, tentara Jepang mengejar2 rakyat jelata, zaman dimana ketakutan dan kekhawatiran menjadi sahabat dekat yang tak terpisahkan...
nasehat untuk tak pernah meninggalkan sholat, nasehat untuk tetap menjadi orang yang rendah hati, dan tidak congkak dengan apa yang dimiliki..karena semua itu hanyalah titipan Allah yang tak kekal adanya...
Nenek, sosok yang paling aku sayangi dan aku kagumi, karena ketegarannya, karena kegigihannya, karena kecintaannya pada ku, dan karena kekuatannya menghadapi cobaan hidup, tak pernah nenek mengeluh padaku, padahal aku tahu, dari sorot matanya, nenek tengah menyimpan suatu masalah yang berat, sesekali pernah nenek bercerita tentang apa yang tengah dialaminya, kesedihan2nya, tapi dipaparkannya dengan tegar, meski aku tahu betul, betapa keras usahanya untuk tak menitikkan air mata...
ah...nenek, andai aku bisa setegar dirimu...andai aku bisa segigih dirimu, dan andai aku bisa seikhlas dirimu...
Nenek, sudah seperti ibu dan ayah buatku, masih aku ingat saat kecil dulu, saat aku sakit, beliau yang menjaga aku, membawa aku berobat, dan menyuapi aku makan, dan mendoakan aku..
Nenek, seorang yang menyayangiku dengan tulus, dan aku bisa rasakan itu..kerinduannya saat jauh dariku, doa2nya yang selalu dipanjatkan demi masa depanku, dan senyumannya yang tulus setiap kali aku kembali ke rumah...
Ya Allah, semoga kelak hamba bisa membahagiakan beliau, meski semua tak akan membayar semua yang telah dilakukannya padaku, tapi setidaknya, aku ingin melihatnya tersenyum bangga menatapku, dan berkata "cucuku!"....
Di, love you my grandma...
nasehat2 yang simpel, namun applicable, ada pula cerita tentang betapa indahnya hidup di zaman seperti sekarang ini, amat berbeda dengan zaman nenek kecil dulu...zaman disaat semua serba susah, tentara Jepang mengejar2 rakyat jelata, zaman dimana ketakutan dan kekhawatiran menjadi sahabat dekat yang tak terpisahkan...
nasehat untuk tak pernah meninggalkan sholat, nasehat untuk tetap menjadi orang yang rendah hati, dan tidak congkak dengan apa yang dimiliki..karena semua itu hanyalah titipan Allah yang tak kekal adanya...
Nenek, sosok yang paling aku sayangi dan aku kagumi, karena ketegarannya, karena kegigihannya, karena kecintaannya pada ku, dan karena kekuatannya menghadapi cobaan hidup, tak pernah nenek mengeluh padaku, padahal aku tahu, dari sorot matanya, nenek tengah menyimpan suatu masalah yang berat, sesekali pernah nenek bercerita tentang apa yang tengah dialaminya, kesedihan2nya, tapi dipaparkannya dengan tegar, meski aku tahu betul, betapa keras usahanya untuk tak menitikkan air mata...
ah...nenek, andai aku bisa setegar dirimu...andai aku bisa segigih dirimu, dan andai aku bisa seikhlas dirimu...
Nenek, sudah seperti ibu dan ayah buatku, masih aku ingat saat kecil dulu, saat aku sakit, beliau yang menjaga aku, membawa aku berobat, dan menyuapi aku makan, dan mendoakan aku..
Nenek, seorang yang menyayangiku dengan tulus, dan aku bisa rasakan itu..kerinduannya saat jauh dariku, doa2nya yang selalu dipanjatkan demi masa depanku, dan senyumannya yang tulus setiap kali aku kembali ke rumah...
Ya Allah, semoga kelak hamba bisa membahagiakan beliau, meski semua tak akan membayar semua yang telah dilakukannya padaku, tapi setidaknya, aku ingin melihatnya tersenyum bangga menatapku, dan berkata "cucuku!"....
Di, love you my grandma...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar