15 September 2009

Nenek...

pulang ke rumah, rasanya hal yang paling menyenangkan didunia..tapi ada lagi yang lebih dari itu, yaitu, menikmati malam berdua dengan nenek tercinta, bercengkerama dan mendengar nasehat2 tentang kehidupan dari nenek, sembari memijit2 tangan dan kaki beliau...ya Allah, makasih karena masih memberiku kesempatan untuk merasakan semua ini...
nasehat2 yang simpel, namun applicable, ada pula cerita tentang betapa indahnya hidup di zaman seperti sekarang ini, amat berbeda dengan zaman nenek kecil dulu...zaman disaat semua serba susah, tentara Jepang mengejar2 rakyat jelata, zaman dimana ketakutan dan kekhawatiran menjadi sahabat dekat yang tak terpisahkan...
nasehat untuk tak pernah meninggalkan sholat, nasehat untuk tetap menjadi orang yang rendah hati, dan tidak congkak dengan apa yang dimiliki..karena semua itu hanyalah titipan Allah yang tak kekal adanya...
Nenek, sosok yang paling aku sayangi dan aku kagumi, karena ketegarannya, karena kegigihannya, karena kecintaannya pada ku, dan karena kekuatannya menghadapi cobaan hidup, tak pernah nenek mengeluh padaku, padahal aku tahu, dari sorot matanya, nenek tengah menyimpan suatu masalah yang berat, sesekali pernah nenek bercerita tentang apa yang tengah dialaminya, kesedihan2nya, tapi dipaparkannya dengan tegar, meski aku tahu betul, betapa keras usahanya untuk tak menitikkan air mata...
ah...nenek, andai aku bisa setegar dirimu...andai aku bisa segigih dirimu, dan andai aku bisa seikhlas dirimu...
Nenek, sudah seperti ibu dan ayah buatku, masih aku ingat saat kecil dulu, saat aku sakit, beliau yang menjaga aku, membawa aku berobat, dan menyuapi aku makan, dan mendoakan aku..
Nenek, seorang yang menyayangiku dengan tulus, dan aku bisa rasakan itu..kerinduannya saat jauh dariku, doa2nya yang selalu dipanjatkan demi masa depanku, dan senyumannya yang tulus setiap kali aku kembali ke rumah...
Ya Allah, semoga kelak hamba bisa membahagiakan beliau, meski semua tak akan membayar semua yang telah dilakukannya padaku, tapi setidaknya, aku ingin melihatnya tersenyum bangga menatapku, dan berkata "cucuku!"....

Di, love you my grandma...


10 September 2009

you..and all my stupidity

I have something that I wanna own up to you...A feeling that I've hid for so long, a feeling that is buried deep in my heart, pure, sincere, yet still be one of my biggest secret ever! A feeling that I've never been able to explain, something strange but addictive, something pining but craving...A feeling that could be named as love..but I am not sure yet...is this love?! or is this just adore, admiration...
being trapped in such situation, is not easy either for me...it seems like, hoping something that you've already known that it wouldn't be real..
missing you is wearying...really painful..
seeing your face is like a torture, even more than that, if I see your smile...
even though I try hard to banish all of this sh*t things from my mind, but in the end, I admit, I am failed...
the harder I try to forget you, the bigger feeling I want to be closer with you...
don't you know, I am crazy for you?! I guess you don't!
but, I am still happy, just because I still can see your smile...it's more than enough for me...I swear

Di, you...still about you...

08 September 2009

seneng...

kembali menyentuh tanganmu, setelah sekian lama, masih sama rasanya, meski dengan intensitas yang berbeda..masih sama menyenangkannya, tapi tak semenyenangkan dulu. masih sama membuat hati berdebar kencang, tapi tak sekencang dulu..melihat kamu, tersenyum, melihat kamu tertawa, mendengar suaramu, arghhh!!! semuanya masih sama indahnya seperti dulu...
meski masih belum berani menatap wajahmu, saat bersalaman...tapi semuanya lebih dari cukup!

maafkan aku, dan semua kesalahanku...maafkan aku yang tak pernah bisa menjadi temanmu lagi, maafkan aku untuk sedikit menjaga jarak, maafkan atas semua yang telah terjadi...

ku berdoa yang terbaik bagimu, dan bagi masa depanmu...

Di, thanks to Allah, for today!! : )

04 September 2009

buat kamu...

manis...wajahmu saat aku menatapnya dalam-dalam...meski hanya sekilas
senyum yang tersungging di bibir mu, selalu membuat jantungku berhenti berdetak untuk sesaat
dan tatapanmu yang sekejap, lalu beralih, sudah lebih dari cukup untuk membuatku mati lemas.
saat kau duduk dan kita berada dekat..rasanya aku ingin teriak kegirangan, namun tentu aku harus menahan diriku untuk tak bertindak bodoh seperti itu...
melihatmu berjalan, berlalu di depanku, rasanya ingin aku berdiri dan memelukmu, dan bilang jangan pergi, tetaplah disini, biarkan aku puas memandangi wajahmu, dan biarkan aku terlelap dalam mimpiku sendiri tentang kamu...
sungguh, aku ingin bisa berbincang2 denganmu, tapi lidahku kelu...
sungguh, aku ingin bisa tertawa bersama denganmu, tapi selera humorku menguap...
entah kenapa, didekatmu semua menjadi teramat berbeda..dan tak pernah sama...

Di, masih mengingat2 kamu...tapi terus mencoba perlahan tuk melupakan semua...I do!

03 September 2009

entahhh...

aku masih belum habis pikir..kenapa mata ini tak pernah berhenti untuk tidak melihatmu secara sembunyi-sembunyi...
aku pun masih belum mengerti..kenapa aku belum benar-benar bisa sepenuhnya acuh saat kau ada di dekatku?!
aku juga masih tak pernah berhenti bertanya-tanya...kenapa aku belum pernah bisa untuk tidak merindukanmu...
inikah cinta?! ku bilang bukan...
inikah sayang?! ku bilang entah...

Di, bingung....bingung ku memikirnya....